JAKARTA (21/12/2025) – Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional, sebuah webinar nasional bertajuk “Strategi Guru Membangun Kemitraan dengan Keluarga Anak Berkebutuhan Khusus” sukses diselenggarakan secara daring pada Sabtu (20/12/2025). Acara ini menyoroti pentingnya kolaborasi erat antara pendidik dan orang tua demi optimalisasi tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus (ABK).
Kegiatan yang berlangsung via Zoom ini menarik antusiasme tinggi dari para pegiat pendidikan. Tercatat sebanyak 60 peserta hadir, yang berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari praktisi di sekolah inklusif, sekolah khusus (SLB), lembaga terapi, hingga lembaga bimbingan belajar. Para peserta ini merepresentasikan partisipasi lintas daerah dari berbagai penjuru Indonesia, menunjukkan kepedulian yang merata terhadap isu pendidikan inklusif nasional.
Webinar ini menghadirkan dua narasumber ahli di bidangnya. Sesi pertama diisi oleh Shinta Barasa, S.Psi, Founder Indonesia Mengajar ABK, yang membawakan topik “Strategi Menjalin Kolaborasi dengan Orang Tua ABK”. Dalam paparannya, Shinta menekankan bahwa komunikasi dua arah yang terbuka adalah fondasi utama kepercayaan antara guru dan wali murid.
Sesi kedua dilanjutkan oleh Yanti Sam Amir, M.Pd., Kaprodi Bimbingan & Konseling Islam STAI Persis Garut. Beliau membedah topik “Pendekatan Konseling Keluarga dalam Penanganan ABK”, memberikan wawasan mendalam mengenai aspek psikologis keluarga dan bagaimana guru dapat berperan sebagai mitra konseling yang suportif.
Acara yang dipandu oleh moderator Mar’atu Husnia Alfi, S.Pd. dari Plaza Informasi Pendidikan Luar Biasa ini berjalan interaktif. Para peserta aktif berdiskusi mengenai tantangan nyata yang dihadapi di lapangan, berbagi praktik baik, serta bergabung dalam support group praktisi untuk keberlanjutan jejaring.
Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi lintas lembaga, yang dipersembahkan oleh Plaza Info PLB, Indonesia Mengajar ABK, STAI Persis Garut, Nara Educare, Piramida Akademi, Tumbuh Setara, dan Kanca Bahasa. Melalui webinar ini, diharapkan para praktisi pendidikan dapat membawa pulang ilmu praktis untuk diterapkan di lembaga masing-masing, menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih ramah dan suportif bagi anak berkebutuhan khusus.